Banyak pengelola gedung yang tidak sadar kalau PAC yang jarang dirawat bisa menimbulkan masalah serius dan kerugian besar. Artikel ini mengupas 5 risiko nyata yang bisa terjadi di 2026 jika risiko PAC tidak dirawat rutin—mulai dari ruangan panas, tagihan listrik melonjak, hingga kerusakan tiba-tiba yang bikin operasional gedung terhenti. Bahasanya ringan, mudah dipahami, dan sangat relevan buat Anda yang mengelola gedung kantor, hotel, atau fasilitas komersial. Baca dulu sebelum kerusakan benar-benar terjadi.
Bayangkan gedung Anda tiba-tiba panas, ruangan mulai bau lembap, tenant komplain, dan sistem PAC mati mendadak. Semua terjadi bukan karena mesin tua—tapi hanya karena PAC tidak dirawat secara rutin.
Masalahnya, kerusakan PAC selalu datang tiba-tiba. Tidak memberi tanda. Tidak memberi waktu untuk siap.
Dan ketika rusak, biaya Perbaikan PAC nya bisa bikin kaget.
Tahun 2026, semakin banyak gedung yang mengalami kerusakan fatal hanya karena satu hal: mereka menunggu sampai PAC rusak dulu, baru panik mencari teknisi.
Kalau Anda seorang pengelola gedung, Anda pasti kenal situasinya:
-
Komplain tenant datang bertubi-tubi karena suhu ruangan nggak stabil
-
Meeting penting terganggu karena udara terasa pengap
-
Penghuni mengeluh AC sering mati
-
Listrik gedung boros padahal tidak ada beban tambahan
-
Teknisi internal bingung mencari sumber masalah
Dan Anda juga pasti pernah bertanya dalam hati:
“Ini PAC sebenarnya kenapa sih? Baru diservis beberapa bulan lalu, tapi kok masih sering bermasalah?”
Santai. Anda tidak sendiri. Hampir semua gedung mengalami hal yang sama ketika PAC hanya dirawat “ketika sempat” atau “ketika rusak”.
Padahal PAC itu seperti jantung gedung: bekerja terus, tapi sering diabaikan.
5 Risiko Jika PAC Tidak Dirawat Secara Rutin (Peringatan 2026)
1. Suhu Ruangan Jadi Tidak Stabil (Efek Cepat yang Paling Sering Terjadi)
Ini tanda awal PAC bermasalah yang paling banyak diabaikan. Ruangan terasa:
-
kadang dingin
-
kadang panas
-
kadang tidak terasa aliran udara
Tenant mulai komplain, penghuni mulai resah, dan kenyamanan kerja menurun drastis.
Masalah ini muncul karena coil kotor, fan melemah, atau aliran udara tersumbat.
Tanpa preventive maintenance:
→ Kinerja PAC menurun 20–40% dalam 3 bulan
→ Sensor suhu bekerja tidak akurat
→ Fan blower bekerja lebih keras dan cepat panas
Kondisi ini membuat PAC bekerja “setengah mati” dan mempersingkat usia pakai mesin.
Contoh nyata:
Salah satu gedung perkantoran di Jakarta Selatan harus mengganti 3 unit PAC hanya karena coil tidak pernah dibersihkan selama 8 bulan. Biaya kerusakan > Rp 20 juta.
Baca Juga : Perbedaan PAC vs AC Split untuk Gedung Perkantoran
2. Tagihan Listrik Naik 15–30% Tanpa Alasan Jelas
Ini risiko yang paling sering menyerang tanpa disadari.
PAC yang kotor atau bekerja di atas beban normal akan memaksa kompresor bekerja lebih berat. Dampaknya:
-
listrik melonjak
-
MCB sering turun
-
kapasitor lebih cepat rusak
-
umur kompresor memendek
PAC adalah salah satu penyerap listrik terbesar di gedung.
Kalau perawatannya buruk, pemborosan listrik bisa jadi kerugian bulanan yang tak disadari.
Hitungan kasar:
Jika satu PAC boros 300–500 watt karena kurang perawatan, satu gedung dengan 20 PAC bisa mengalami pemborosan hingga:
6000–10.000 watt per hari ≈ Rp 1.5–3 juta per bulan terbuang.
Daripada uang itu hilang percuma, lebih baik dialihkan ke preventive maintenance.
3. Kerusakan Mendadak yang Menghentikan Operasional Gedung
Inilah masalah yang paling ditakuti pengelola gedung.
PAC bisa mati kapan saja. Tanpa tanda. Tanpa drama.
Skenario umum:
-
kompresor tiba-tiba mati
-
blower tidak bergerak
-
evaporator membeku
-
ruangan mendadak panas di jam kerja
-
tenant langsung marah dan menyalahkan pengelola
Kerusakan mendadak terjadi karena komponen kecil yang gagal:
-
sensor rusak
-
thermistor aus
-
belt aus
-
bearing macet
-
kapasitor drop
Jika dicegah dengan PM rutin, kerusakan besar bisa dihindari 80–90%.
4. biaya Perbaikan PAC Membengkak Karena Kerusakan Sudah Menjalar
Tidak dirawat → komponen kecil rusak → merembet ke komponen besar → biaya Perbaikan PAC meledak.
Contoh kerusakan berantai:
-
Filter kotor → tekanan refrigerant naik → kompresor overheat → kompresor jebol
-
Fan macet → evaporator membeku → pipa pecah
-
Drain mampet → air rembes → plafon rusak → ganti gypsum
Di satu gedung di Tangerang, kerusakan kecil yang seharusnya 300 ribu berubah menjadi kerugian 12 juta hanya karena ditunda 5 bulan.
PAC tidak pernah langsung rusak besar—
kerusakan besar selalu dimulai dari kerusakan kecil yang diabaikan.
5. Usia PAC Memendek Hingga 40% (Kerugian Terbesar)
PAC sebenarnya bisa bertahan 7–12 tahun.
Tapi tanpa maintenance rutin, usia itu bisa turun drastis menjadi:
hanya 3–5 tahun.
Bayangkan:
Jika satu unit PAC gedung harganya 15–25 juta dan gedung Anda punya 20 unit, kerugian akibat memperpendek usia PAC bisa mencapai:
Rp 200 – 300 juta lebih cepat dari seharusnya.
Ini risiko paling sunyi, tapi dampaknya paling mematikan keuangan gedung.
Baca Juga : Mengapa Gedung Modern Wajib Menggunakan PAC di 2026?
KESIMPULAN – Menembak Emotional Brain
Perawatan PAC bukan sekadar “supaya dingin”.
Perawatan PAC berarti:
-
menjaga kenyamanan penghuni
-
melindungi reputasi pengelola gedung
-
menghemat listrik bulanan
-
mencegah kerusakan besar
-
memperpanjang usia mesin
Dan yang paling penting:
Menghindari kerugian tidak perlu yang sebenarnya bisa dicegah.
PAC bekerja tanpa henti setiap hari.
Yang ia butuhkan hanya satu: dirawat secara rutin.
Jika Anda tidak ingin gedung Anda mengalami kerusakan mendadak, komplain tenant, atau biaya Perbaikan PAC yang membengkak di 2026, langkah paling aman adalah:
👉 Jadwalkan Preventive Maintenance PAC sekarang.
👉 Hubungi teknisi spesialis PAC yang benar-benar paham sistem gedung.
👉 Jangan tunggu sampai PAC rusak total.
Kamajaya Engineering siap membantu:
-
Paket PM PAC Bulanan / Tahunan
-
Pemeriksaan menyeluruh
-
Laporan teknis lengkap
-
Teknisi profesional bergaransi
📞 Klik untuk konsultasi gratis:
kamajaya.co.id/kontak