Pernah merasa PAC di gedung kantor Anda sering bermasalah dan bikin operasional terganggu? Artikel ini membahas pola kerusakan PAC yang paling sering terjadi—mulai dari unit cepat panas, udara tidak dingin, suara bising, hingga kerusakan komponen yang bikin biaya perbaikan membengkak. Semua dijabarkan dengan bahasa mudah dipahami, tanpa istilah teknis yang bikin pusing. Cocok untuk pengelola gedung, teknisi, hingga pemilik properti yang ingin mencegah kerusakan sebelum terjadi. Baca sampai selesai dan temukan cara sederhana agar PAC bertahan lebih lama dan tidak bikin gedung mengeluarkan biaya tak terduga.
Kalau PAC di gedung kantor tiba-tiba rusak, dampaknya bukan cuma ruangan jadi panas.
Kerja jadi tidak nyaman, meeting berantakan, karyawan komplain, dan yang lebih parah:
biaya perbaikan bisa membengkak hingga puluhan juta rupiah — hanya karena kerusakan kecil yang terlambat diatasi.
Dan yang lebih mengejutkan…
Sebagian besar kerusakan PAC itu bukan karena faktor besar, tapi karena pola-pola kecil yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Artikel ini akan membongkar pola kerusakan PAC yang paling sering terjadi di gedung kantor, kenapa terjadi, dan tanda-tanda awal yang sering diabaikan.
Kami sering mendengar keluhan seperti:
-
“Why PAC sering mati sendiri tiba-tiba?”
-
“Sudah service tapi tetap tidak dingin, ini sebenarnya rusaknya di mana?”
-
“Baru dipakai setahun kok suara unit luar jadi keras?”
-
“Tagihan listrik naik, tapi dinginnya menurun.”
Masalah seperti ini umum terjadi di gedung kantor mana pun.
Wajar, karena PAC bekerja terus-menerus, sering overload, dan kadang tidak dirawat dengan benar.
Yang penting adalah:
Anda tahu pola kerusakannya — supaya Anda bisa mencegah sebelum kerusakan besar terjadi.
Karena satu kerusakan kecil yang dibiarkan…
bisa berubah menjadi biaya ratusan juta jika merembet ke kompresor atau blower besar.
1. Udara Tidak Dingin: Masalah Nomor 1 di Gedung Kantor
Ini keluhan paling sering kami temui.
Penyebabnya bisa macam-macam, tapi 80% kasus terjadi karena:
-
Filter kotor
-
Evaporator tersumbat debu
-
Freon kurang
-
Tekanan sistem tidak stabil
-
Thermostat tidak akurat
-
Beban ruangan terlalu berat
Masalahnya… kebanyakan teknisi hanya mengecek freon dan mencuci filter.
Padahal, yang rusak bisa lebih dalam.
Dampak kalau dibiarkan:
➡ Tagihan listrik naik karena unit kerja lebih berat
➡ Kompresor cepat panas
➡ Kerusakan menyebar ke blower dan PCB
➡ PAC mati total
Ini contoh pola kecil yang mudah dicegah, tapi sering diabaikan.
2. Suara PAC Menjadi Bising (Awal Kerusakan Mekanis)
Suara bising bukan sekadar “gangguan”.
Ini tanda bahwa ada komponen yang mulai aus atau bekerja tidak normal.
Suara bising biasanya berasal dari:
-
Fan blower mulai longgar
-
Bearing aus
-
Belt melemah
-
Kompresor mulai bermasalah
-
Unit outdoor kotor dan fan tidak seimbang
-
Getaran berlebihan
Tanda kecil seperti:
✔ dengung tidak biasa
✔ suara gesekan
✔ getaran lebih kuat
adalah alarm bahwa kerusakan besar akan datang.
Jika dibiarkan, biaya perbaikan bisa melonjak 10x lipat.
3. PAC Sering Mati Hidup (Trip MCB / Overload)
Ini kerusakan fatal yang paling sering terjadi di gedung kantor.
Penyebab umum:
-
Kompresor terlalu panas
-
Kapasitor melemah
-
Beban ruangan berlebih
-
Koneksi listrik longgar
-
Coil outdoor kotor
-
Thermistor rusak
Ketika PAC sering mati hidup, artinya sistem sedang “meminta tolong”.
Contoh real:
Unit PAC 20 PK di lantai 11 sebuah gedung di Jakarta mengalami trip 3 kali sehari.
Dibiarkan selama 3 bulan…
akhirnya kompresor jebol dan biaya penggantian mencapai Rp 38 juta.
Semuanya bisa dihindari kalau tanda awalnya diperhatikan.
Baca Juga : Bagaimana Cara Kerja PAC di Gedung Bertingkat?
4. Kompresor Overheat (Kerusakan Paling Mahal)
Kompresor adalah “jantung” PAC.
Jika kompresor rusak, 70% biaya perbaikan akan habis di sini.
Penyebab overheat:
-
Tekanan refrigerant tidak stabil
-
Kondensor kotor
-
Ventilasi outdoor buruk
-
Beban ruangan berlebihan
-
Oli kompresor menurun
Ciri-ciri awal:
-
Udara mulai tidak dingin
-
Konsumsi listrik naik
-
Suara kompresor lebih keras
-
Unit lebih sering mati hidup
-
Pipa hisap panas
Kalau dibiarkan, kompresor bisa rusak dalam hitungan minggu.
5. Kebocoran Refrigerant (Freon Berkurang Terus)
Walaupun terlihat sepele, kebocoran refrigerant adalah kerusakan yang paling banyak terjadi.
Kenapa?
-
Getaran unit memicu retakan kecil
-
Sambungan pipa melemah
-
Instalasi awal kurang rapi
-
Tekanan sistem terlalu tinggi
-
Pipa keropos / korosi
Dampak kebocoran freon:
-
PAC tidak dingin
-
Kompresor bekerja lebih keras
-
Tagihan listrik naik
-
Risiko kompresor rusak dalam jangka panjang
Banyak gedung hanya “tambah freon” tanpa perbaikan.
Padahal itu ibarat mengisi air di ember bocor.
6. Sensor Bermasalah (Thermistor Error)
Kerusakan sensor sering dianggap kecil, padahal berpengaruh besar.
Ketika sensor rusak:
-
PAC salah membaca suhu
-
Unit jadi tidak dingin
-
Kompresor tidak mau hidup
-
PAC mati terlalu cepat
-
Konsumsi listrik tidak terkontrol
Kebanyakan kerusakan sensor terjadi karena:
-
Debu
-
Kelembapan tinggi
-
Kabel getas
-
PCB aging
Kerusakan ini mudah diperbaiki, tapi kalau dibiarkan akan merusak komponen lain.
7. Drain Tersumbat → Air Menetes di Plafon
Gedung kantor sering mengalami bocor di plafon dan mengira itu bocor dari atap.
Padahal 60% penyebabnya adalah:
-
Drain PAC tersumbat
-
Pipa kondensasi kotor
-
Flow air tidak lancar
-
Alternatif drain tidak standar
Masalah ini kalau dibiarkan bisa merusak:
-
plafon
-
interior
-
jalur listrik
-
panel gypsum
Dan memperburuk citra gedung di mata tenant.
8. Unit Luar (Outdoor) Panas Berlebihan
Outdoor PAC bekerja lebih keras dibanding AC split karena kapasitasnya besar.
Kerusakan umum:
-
Fan tidak maksimal
-
Coil outdoor kotor
-
Tekanan refrigerant tinggi
-
Sirkulasi udara buruk
-
Penempatan outdoor terlalu rapat
Ketika outdoor panas, kompresor otomatis ikut panas → risiko kerusakan meningkat.
9. PCB Module Rusak (Kerusakan Akibat Lonjakan Listrik)
Ini salah satu komponen yang paling mahal.
PCB rusak karena:
-
Tegangan listrik tidak stabil
-
Lonjakan PLN
-
Grounding buruk
-
Kelembapan tinggi
-
Usia komponen
Jika PCB rusak, gejalanya:
-
PAC tidak mau hidup
-
Error code berkedip
-
Kompresor tidak merespon
-
Fan tidak bekerja
Kerusakan PCB butuh teknisi berpengalaman dan sparepart original.
Baca Juga : Biaya Operasional PAC vs Sistem Pendingin Lain
10. Kurangnya Perawatan Berkala (Akar Semua Masalah)
Menurut data service gedung yang kami tangani,
72% kerusakan PAC berawal dari perawatan PAC Gedung yang tidak terjadwal.
Contoh pola kesalahan umum:
❌ Service hanya dilakukan ketika sudah rusak
❌ Tidak ada pengecekan tekanan refrigerant
❌ Outdoor tidak pernah dibersihkan
❌ Filter indoor dibiarkan penuh debu
❌ Drain tidak diperiksa
❌ Tidak ada logbook maintenance
Padahal biaya perawatan PAC Gedung rutin 10x lebih murah daripada biaya kerusakan besar.
Kesimpulan
PAC adalah mesin yang tangguh, tapi bukan berarti tidak bisa rusak.
Dan faktanya:
80% kerusakan PAC yang terjadi di gedung kantor berasal dari pola kecil yang diabaikan.
Jika tidak ditangani sejak awal:
➡ biaya melonjak
➡ kenyamanan kantor terganggu
➡ reputasi gedung menurun
➡ produktivitas karyawan turun
➡ kompresor bisa rusak total
Solusinya sederhana:
Kenali tanda-tanda awal, pahami pola kerusakannya, dan lakukan perawatan berkala.
Kalau Anda ingin memastikan PAC di gedung kantor tetap awet, dingin, dan tidak bikin biaya melonjak,
tim KAMAJAYA siap melakukan pengecekan & analisis beban secara GRATIS.
✔ Pemeriksaan unit
✔ Pemetaan pola kerusakan
✔ Analisis risiko biaya
✔ Rekomendasi perawatan paling efisien
Hubungi kami sekarang dan cegah kerusakan besar sebelum terjadi.
KAMAJAYA – Spesialis PAC & Pendingin Gedung Kantor
Hemat biaya. Panjang umur unit. Operasional kantor tetap nyaman.